Tips Kesehatan Terbaru– Saat seseorang mengalami vertigo, tubuhnya merespons gangguan pada sistem keseimbangan yang terletak di telinga bagian dalam atau bagian otak yang mengontrol koordinasi dan keseimbangan tubuh.
Halo Sobat Medi kembali lagi dengan saya Cherly Rahma Atillah sebagai Terapis di Rumah Terapi Medical Hacking. Hari ini kita akan membahas mengenai vertigo serta penyebabnya yang jarang diketahui.
Tahukah kamu?

Vertigo adalah sensasi pusing atau perasaan dunia di sekitar kita berputar atau bergerak, meskipun kita tidak bergerak. Kondisi ini seringkali menakutkan dan dapat membatasi aktivitas sehari-hari. Meskipun vertigo bukanlah penyakit itu sendiri, tetapi lebih merupakan gejala dari kondisi medis tertentu, penting untuk mengenali penyebab dan cara penanganannya agar dapat mengelola gejala dengan efektif.
Vertigo adalah gangguan keseimbangan yang terjadi ketika ada masalah dengan sistem vestibular (sistem yang mengatur keseimbangan) di telinga bagian dalam atau bagian lain dari otak yang mengontrol keseimbangan. Penderita vertigo merasakan sensasi berputar atau goyang, seakan-akan dunia di sekitar mereka berputar atau bergoyang.
Apa Saja Penyebabnya?

1. Vertigo Perifer
Menurut Labuguen (2006) ini disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada bagian telinga dalam (sistem vestibular) atau saraf vestibular yang menghubungkan telinga dalam ke otak. Penyebab umumnya adalah:
- Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV): Gangguan pada kanal semisirkular di telinga bagian dalam akibat pergeseran otolith (serpihan kalsium) yang menyebabkan sensasi berputar saat posisi kepala berubah.
- Penyakit Meniere: Kondisi yang melibatkan penumpukan cairan di telinga bagian dalam, yang menyebabkan vertigo, tinnitus (denging di telinga), dan gangguan pendengaran.
- Vestibular Neuritis: Peradangan pada saraf vestibular yang disebabkan oleh infeksi virus, yang mengganggu keseimbangan dan menyebabkan vertigo mendalam.
- Labirinitis: Peradangan pada bagian telinga dalam (labirin) yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran, sering kali disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
2. Vertigo Sentral
Vertigo ini disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf pusat, seperti otak dan batang otak. Penyebab umumnya termasuk:
- Stroke atau Iskemia (Kurangnya Pasokan Darah ke Otak): Stroke pada bagian batang otak atau area otak yang mengatur keseimbangan dapat menyebabkan vertigo.
- Tumor Otak: Tumor pada batang otak atau daerah otak kecil (cerebellum), yang mempengaruhi koordinasi dan keseimbangan.
- Migrain Vestibular: Sebuah jenis migrain yang menyebabkan vertigo bersama dengan gejala sakit kepala dan sensitivitas cahaya atau suara.
- Multiple Sclerosis (MS): Penyakit autoimun yang memengaruhi sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan vertigo akibat gangguan pada komunikasi antar sel saraf.
Kenali Tanda dan Gejalanya
Brandt dkk (2022) menjelaskan bahwa vertigo dapat berlangsung beberapa menit atau jam, tergantung pada tingkat keparahannya. Gejala utamanya adalah pusing dengan sensasi berputar yang biasanya dipicu oleh gerakan atau perubahan posisi kepala. Selain sensasi berputar, vertigo disertai dengan gejala seperti:
- Mual
- Muntah
- Gerakan bola mata yang tidak normal (nistagmus)
- Telinga berdenging (tinnitus)
- Kehilangan keseimbangan
- Keringat berlebih
- Sakit kepala
Cara Mengatasi Vertigo
Mengatasi vertigo tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa langkah yang umum dilakukan untuk meredakan gejala vertigo meliputi:
- Terapi Fisik
Untuk vertigo yang disebabkan oleh gangguan pada sistem keseimbangan, terapi fisik vestibular dapat membantu. Terapi ini berfokus pada latihan-latihan untuk melatih otak dalam memproses sinyal keseimbangan dengan lebih baik. - Perubahan Gaya Hidup
Menghindari perubahan posisi kepala yang tiba-tiba atau gerakan yang bisa memicu vertigo adalah langkah penting. Jika vertigo dipicu oleh stres atau kelelahan, mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi bisa sangat bermanfaat. - Pengobatan Penyakit yang Mendasari
Jika vertigo disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti penyakit Meniere atau migrain, maka pengobatan yang lebih spesifik untuk kondisi tersebut akan diperlukan. - Diet Sehat
Untuk penyakit Meniere, diet rendah garam bisa membantu mengurangi retensi cairan dan mengurangi frekuensi vertigo. - Akupunktur untuk mengurangi vertigo
Peran Otak dalam Mengatur Vertigo
Otak, khususnya bagian otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brainstem), bertanggung jawab untuk mengintegrasikan informasi keseimbangan yang diterima dari mata, telinga dalam, dan indera proprioseptif (informasi posisi tubuh). Ketika ada gangguan pada informasi yang masuk, seperti yang terjadi pada vertigo, otak menerima “konflik sensorik” yang menyebabkan sensasi pusing atau dunia yang tampaknya berputar.
Bagaimana Otak Mengatasi Gangguan Keseimbangan
Untuk mengatasi vertigo, otak mencoba untuk menyesuaikan diri dengan mengubah pola pergerakan tubuh atau menggunakan informasi dari sistem lainnya (misalnya, penglihatan atau indera peraba) untuk memitigasi gangguan keseimbangan. Ini adalah alasan mengapa penderita vertigo sering merasa kesulitan bergerak, karena otak berusaha untuk menyeimbangkan input yang salah atau tidak lengkap.
Masih ingin tahu lebih lanjut ?
Kami akan melanjutkan pembahasan tentang terapi vertigo menggunakan akupunktur. Jangan lewatkan, ya! Layanan terapi khusus dari Rumah Terapi Medical Hacking, jangan ragu untuk klik link di bawah ini. Kami siap membantu Anda mencapai kesehatan yang lebih baik!
Salam sehat, dan sampai jumpa di artikel berikutnya!
Dapatkan layanan konsultasi GRATIS
Dapatkan Konsultasi Dengan Tenaga Kesehatan Kami (GRATIS)
Berikut Informasi Penyebab Hipertensi
Pengobatan dengan metode terapi merupakan bentuk perawatan yang paling aman, nyaman dan tepat untuk kondisi gangguan kesehatan semacam ini.
Selain menggunakan metode terapi, mengkonsumsi Nutrisi Syaraf juga sangat baik untuk menunjang perawatan.
Jika Anda membutuhkan pengobatan terapi untuk gangguan kesehatan Anda, silahkan menghubungi tenaga kesehatan kami melalui Klik Call Center Online Rumah Sehat Medical Hacking.

Bergabunglah dengan 10897+ pasien Indonesia yang telah merasakan manfaat serta kesembuhan dari layanan kami.

Lulusan D4 Jurusan Akupunktur dan Pengobatan Herbal (2020-2024)



























